Cara Mengendarai Becak: Panduan Lengkap untuk Pemula
Becak adalah salah satu moda transportasi tradisional yang masih digunakan di berbagai daerah di Indonesia, terutama di kota-kota wisata seperti Yogyakarta, Solo, dan Malang. Meski keberadaannya kini mulai tergeser oleh ojol, sepeda listrik, dan transportasi modern lainnya, becak tetap memiliki nilai budaya, sejarah, serta daya tarik pariwisata yang kuat.
Mengendarai becak mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya membutuhkan teknik, kekuatan fisik, dan keterampilan keseimbangan. Jika Anda ingin belajar mengendarai becak — baik untuk hobi, pekerjaan, atau sekadar ingin merasakan pengalaman budaya — artikel ini akan memberikan panduan lengkap cara mengendarai becak dengan benar.
Apa Itu Becak?
Becak adalah kendaraan roda tiga yang digerakkan menggunakan tenaga manusia. Penumpang biasanya duduk di bagian depan (becak model Jawa) atau di belakang pengemudi (model Madura atau becak di beberapa negara Asia Tenggara). Sebagai alat transportasi tradisional, becak memiliki nilai budaya yang tinggi dan masih banyak digunakan sebagai sarana wisata.
Persiapan Sebelum Mengendarai Becak
Sebelum mulai belajar mengendarai becak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Pastikan Kondisi Becak Baik
Periksa bagian-bagian berikut:
- Rantai bersih dan tidak longgar
- Rem berfungsi normal
- Ban terisi udara dan tidak bocor
- Sadel atau tempat duduk pengemudi nyaman
- Kemudi tidak goyang atau terlalu berat
Becak yang berat dan jarang dirawat akan sulit dikendalikan.
2. Pilih Lokasi Belajar yang Tepat
Belajar mengendarai becak sebaiknya dilakukan di area:
- Jalan datar
- Tidak ramai kendaraan
- Tidak menanjak
- Memiliki ruang manuver cukup
Lapangan atau gang besar adalah pilihan yang ideal.
3. Gunakan Pakaian Nyaman
Karena aktivitas ini melibatkan tenaga fisik besar, gunakan pakaian yang:
- Ringan
- Tidak terlalu ketat
- Tidak mengganggu gerakan kaki
Menggunakan sarung tangan sepeda juga bisa membantu memegang stang lebih stabil.
Teknik Dasar Mengendarai Becak
Berikut langkah-langkah untuk mulai mengendarai becak:
1. Naik ke Kursi Pengemudi
Becak biasanya memiliki posisi duduk yang cukup tinggi. Naiklah secara perlahan sambil memegang stang agar tetap seimbang.
2. Atur Posisi Duduk
Pastikan posisi tubuh tegak, kaki bisa mencapai pedal dengan nyaman, dan tangan memegang stang dengan kuat tetapi tidak tegang.
3. Mulai Mengayuh Secara Perlahan
Mulailah dengan satu kayuhan ringan untuk memindahkan berat becak. Pada kayuhan awal, becak biasanya terasa sangat berat. Jangan menyerah — momentum akan membantu.
4. Menjaga Keseimbangan
Berbeda dengan sepeda biasa, becak memiliki tiga roda sehingga tidak jatuh meski berhenti. Namun saat berjalan, keseimbangan tetap penting untuk:
- Belok lancar
- Menghindari goyangan
- Menjaga kenyamanan penumpang
Gunakan bahu dan lengan untuk mengontrol arah, bukan hanya pergelangan tangan.
5. Mengatur Kecepatan
Gunakan gear (jika tersedia) untuk menyesuaikan kecepatan. Untuk becak tradisional tanpa gear, jaga kayuhan tetap stabil.
Cara Mengendalikan Becak Saat Membawa Penumpang
Mengendarai becak kosong berbeda dengan membawa penumpang. Saat membawa penumpang, berat di bagian depan bertambah sehingga stang lebih berat saat dibelokkan.
Tips penting:
- Mulai bergerak lebih pelan
- Gunakan momentum, bukan kekuatan penuh
- Jangan belok tajam saat kecepatan tinggi
- Jaga jarak dengan kendaraan lain
Jika becak model Jawa (penumpang di depan), pandangan pengemudi sedikit terhalang, jadi perhatian ekstra diperlukan.
Teknik Menghadapi Jalan Menanjak dan Menurun
Menanjak
- Gunakan kayuhan pendek dan cepat
- Jika terlalu berat, turun dan dorong becak
- Jaga ritme agar tidak kehilangan momentum
Menurun
- Jangan biarkan becak meluncur terlalu cepat
- Pegang rem secara bertahap, bukan mendadak
- Jaga keseimbangan karena kecepatan bertambah dengan cepat
Cara Menghentikan Becak dengan Aman
Untuk berhenti:
- Kurangi kayuhan secara perlahan
- Gunakan rem tangan sedikit demi sedikit
- Jangan berhenti mendadak terutama jika membawa penumpang
Pastikan becak benar-benar berhenti sebelum turun dari kursi pengemudi.
Etika Berkendara Becak
Becak juga memiliki aturan tidak tertulis yang perlu diperhatikan:
- Jangan menyodok kendaraan lain
- Jaga kenyamanan dan keselamatan penumpang
- Jangan memaksakan naik tanjakan berat jika terlalu sulit
- Beri salam atau respon saat sesama pengemudi becak menyapa
- Pastikan tarif jelas sebelum membawa penumpang
Etika ini tidak hanya mencerminkan profesionalitas, tetapi juga menjaga tradisi.
Kesimpulan
Mengendarai becak tidak hanya soal mengayuh, tetapi juga memahami teknik keseimbangan, mengatur tenaga, serta menjaga kenyamanan penumpang. Meskipun membutuhkan waktu dan latihan agar terbiasa, pengalaman mengendarai becak sangat memuaskan terutama bagi mereka yang ingin merasakan budaya transportasi tradisional Indonesia.
Dengan keterampilan yang tepat, mengendarai becak bisa menjadi aktivitas menyenangkan, peluang kerja, bahkan atraksi wisata yang bernilai.